02 December 2014

Tanpa Judul 2

Ketegaran itu perlahan terpupuk. Ia terus tumbuh menjadi besar di dalam jiwa. Memantapkan setiap langkah. Air mata sudah jarang terlihat. Kini, hanya senyum penuh harapan yang sering kali nampak. Jati diri sudah mulai terbentuk. Polesan sederhana kepercayaan diri turut menjadi penyempurna.

28 October 2014

Pemuda dan Sosialisasi


BAB I
PENDAHULUAN

1.1.           Latar Belakang Masalah
Masalah pemuda merupakan masalah yang abadi dan selalu dialami oleh setiap generasi dalam hubungannya dengan generasi yang lebih tua. Masalah-masalah pemuda ini disebakan karena sebagai akibat dari proses pendewasaan seseorang, penyusuan diri dengan situasi yang baru dan timbulah harapan setiap pemuda karena akan mempunyai masa depan yang baik daripada orang tuanya. Proses perubahan itu terjadi secara lambat dan teratur (evolusi)
Sebagian besar pemuda mengalami pendidikan yang lebih daripada orang tuanya. Orang tua sebagai peer group yang memberikan bimbingan, pengarahan, karena merupakan norma-norma masyarakat, sehingga dapat dipergunakan dalam hidupnya. Banyak sekali masalah yang tidak terpecahkan karena kejadian yang menimpa mereka belum pernah dialami dan diuangkapkannya.
Dewasa ini umum dikemukakan bahwa secara biologis dan politis serta fisik seorang pemuda sudah dewasa akan tetapi secara ekonomis, psikologis masih kurang dewasa. Contohnya seperti pemuda-pemuda yang sudah menikah, mempunyai keluarga, menikmati hak politiknya sebagai warga Negara tapi dalam segi ekonominya masih tergantung kepada orang tuanya.

BAB. II
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Pemuda
Telah kita ketahui bahwa pemuda atau generasi muda merupakan konsep-konsep yang selalu dikaitkan dengan masalah nilai. hal ini merupakan pengertian idiologis dan kultural daripada pengertian ini. Di dalam masyarakat pemuda merupakan satu identitas yang potensial sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan bangsanya karma pemuda sebagai harapan bangsa dapat diartikan bahwa siapa yang menguasai pemuda akan menguasai masa depan.
Ada beberapa kedudukan pemuda dalam pertanggungjawabannya atas tatanan masyarakat, antara lain:
a.      Kemurnian idealismenya
b.      Keberanian dan Keterbukaanya dalam menyerap nilai-nilai dan gagasan-gagasan yang baru
c.      Semangat pengabdiannya
d.      Sepontanitas dan dinamikanya
e.      Inovasi dan kreativitasnya
f.       Keinginan untuk segera mewujudkan gagasan-gagasan baru
g.      Keteguhan janjinya dan keinginan untuk menampilkan sikap dan keperibadiannya yang mandiri
h.      Masih langkanya pengalaman-pengalaman yang dapat merelevansikan pendapat, sikap dan tindakanya dengan kenyataan yang ada.

2.2. Sosialisasi Pemuda
Sosialisasi adalah proses yang membantu individu melalui media pembelajaran dan penyesuaian diri, bagaimana bertindak dan berpikir agar ia dapat berperan dan berfungsi, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. Ada beberapa hal yang perlu kita ketahui dalam sosialisasi, antara lain: Proses Sosialisasi, dan Media Sosialisasi, dan Tujuan Sosialisasi
a.      Proses sosialisasi
Istilah sosialisasi menunjuk pada semua factor dan proses yang membuat manusia menjadi selaras dalam hidup ditengah-tengah orang kain. Proses sosialisasilah yang membuat seseorang menjadi tahu bagaimana mesti ia bertingkah laku ditengah-tengah masyarakat dan lingkungan budayanya. Dari proses tersebut, seseorang akan terwarnai cara berpikir dan kebiasaan-kebiasaan hidupnya.
Semua warga negara mengalami proses sosialisasi tanpa kecuali dan kemampuan untuk hidup ditengah-tengah orang lain atau mengikuti norma yang berlaku dimasyarakat. Ini tidak datang begitu saja ketika seseorang dilahirkan, melainkan melalui proses sosialisasi.

b.      Media Sosialisasi
• Orang tua dan keluarga
• Sekolah
• Masyarakat
• Teman bermain
• Media Massa

c.      Tujuan Pokok Sosialisasi
• Individu harus diberi ilmu pengetahuan (keterampilan) yang dibutuhkan bagi kehidupan
kelak di masyarakat.
• Individu harus mampu berkomunikasi secara efektif dan mengenbangkankan
kemampuannya.
• Pengendalian fungsi-fungsi organik yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat.
• Bertingkah laku secara selaras dengan norma atau tata nilai dan kepercayaan pokok ada pada lembaga atau kelompok khususnya dan pada masyarakat umum.



2.3.           Pendekatan klasik tentang pemuda
Melihat bahwa muda merupakan masa perkembangan yang enak dan menarik. Kepemudaan merupakan suatu fase dalam pertumbuhan biologis seseorang yang bersifat seketika dan suatu waktu akan hilang dengan sendirinya, maka keanehan-keanehan yang menjadi ciri khas masa muda akan hilang sejalan dengan berubahnya usia.
Menurut pendekatan yang klasik ini, pemuda dianggap sebagai suatu kelompok yang mempunyai aspirasi sendiri yang bertentangan dengan aspirasi masyarakat. Selanjutnya munculah persoalan-persoalan frustasi dan kecemasan pemuda karena keinginan-keinginan mereka tidak sejalan dengan kenyataan. Dan timbulah konflik dalam berbagai bentuk proses. Di sinilah pemuda bergejolak untuk mencari identitas mereka.
Dalam hal ini hakikat kepemudaan ditinjau dari dua asumsi pokok.
Penghayatan mengenai proses perkembangan manusia bukan sebagai suatu koninum yang sambung menyambung tetapi fragmentaris, terpecah-pecah dan setiap pragmen mempunyai arti sendiri-sendiri.
Asumsi wawasan kehidupan adalah posisi pemuda dalam arah kehidupan sendiri. Perbedaan antar kelompok-kelompok yang ada, antar generasi tua dan pemuda, misalnya hanya terletak pada derajat ruang lingkup tanggung jawabnya.
Generasi tua sebagai angkatan-angkatan yang lalu (passing generation) yang berkewajiban membimbing generasi muda sebagai generasi penerus. Dan generasi pemuda yang penuh dinamika hidup berkewajiban mengisi akumulator generasi tua yang mulai melemah, disamping memetik buah-buah pengalamannya, yang telah terkumpul oleh pengalamannya.
Pihak generasi tua tidak bisa menuntut bahwa merekalah satu-satunya penyelamat masyarakat dan dunia. Dana melihat generasi muda sebagai perusak tatanan sosial yang sudah mapan, sebaliknya generasi muda juga tidak bisa melepaskan diri dari kewajiban untuk memelihara dunia. Dengan demikian maka adanya penilaian yang baku (fixed standard) yang melihat generasi tua adalah sebagai ahli waris. Dari segala ukuran dan nilai dalam masyarakat, karena itu para pemuda menghakimi karena cenderung menyeleweng dari ukuran dan nilai tersebut karena tidak bisa diterima. Bertolak dari suatu kenyataan, bahwa bukan saja pemuda tapi generasi tua pun harus sensitif terhadap dinamika lingkungan dengan ukuran standard yang baik.
Dengan pendapat di atas jelas kiranya bahwa pendekatan ekosferis mengenai pemuda, bahwa segala jenis ”kelainan” yang hingga kini seolah-olah menjadi hak paten pemuda akan lebih dimengerti sebagai suatu keresahan dari masyarakat sendiri sebagai keseluruhan. Secara spesifiknya lagi, gejolak hidup pemuda dewasa ini adalah respon terhadap lingkungan yang kini berubah dengan cepat.

2.4.            Pemuda Dan Identitas
Telah kita ketahui bahwa pemuda atau generasi muda merupakan konsep-konsep yang selalu dikaitkan dengan masalah dan merupakan beban modal bagi para pemuda. Tetapi di lain pihak pemuda juga menghadapi pesoalan seperti kenakalan remaja, ketidakpatuhan kepada orang tua, frustasi, kecanduan narkotika, masa depan suram. Semuanya itu akibat adanya jurang antara keinginan dalam harapan dengan kenyataan yang mereka hadapi.
Kaum muda dalam setiap masyarakat dianggap sedang mengalami apa yang dinamakan ”moratorium”. Moratorium adalah masa persiapan yang diadakan masyarakat untuk memungkinkan pemuda-pemuda dalam waktu tertentu mengalami perubahan.
Menurut pola dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda bahwa generasi muda dapat dilihat dari berbagai aspek sosial, yakni:
a)     Sosial psikologi
b)     Sosial budaya
c)     Sosial ekonomi
d)     Sosial politik

Masalah-masalah yang menyangkut generasi muda dewasa ini adalah:
a.      Dirasakan menurunnya jiwa nasionalisme, idealisme dan patriotisme di kalangan generasi muda
b.      Kekurangpastian yang dialami oleh generasi muda terhadap masa depannya
c.      Belum seimbangnya jumlah generasi muda dengan fasilitas pendidikan yang tersedia
d.      Kurangnya lapangan dan kesempatan kerja.
e.      Kurangnya gizi yang dapat menghambat pertumbuhan badan dan perkembangan kecerdasan
f.       Masih banyaknya perkawinan-perkawinan di bawah umur
g.      Pergaulan bebas
h.      Meningkatnya kenakalan remaja, penyalahagunaan narkotika
i.        Belum adanya peraturan perundang-undangan yang mengangkut generasi muda.

Peran pemuda dalam masyarakat
a.      Peranan pemuda yang didasarkan atas usaha pemuda untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan.
b.      Peranan pemuda yang menolak unsur menyesuaikan diri dengan lingkungannya
c.      Asas edukatif
d.      Asas persatuan dan kesatuan bangsa
e.      Asas keselarasan dan terpadu
f.       Asas pendayagunaan dan fungsionaliasi

Arah Pembinaan Dan Pengembangan Generasi Muda
Arah pembinaan dan pengembangan generasi muda ditunjukan pada pembangunan yang memiliki keselarasn dan keutuhan antara ketiga sumbu orientasi hidupnya yakni.
a.      Orientasi ke atas kepada Tuhan Yang Masa Esa
b.      Orientasi dalam dirinya sendiri
c.      Orientasi ke luar hidup di lingkungan

Peranan mahasiswa dalam masyarakat
a.      Agen of change
b.      Agen of development
c.      Agen of modernization

BAB III
KESIMPULAN

Pemuda merupakan satu identitas yang potensial sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan Negara bangsa dan agama. Selain itu pemuda/mahasiswa mempunyai peran sebagai pendekar intelektual dan sebagai pendekar social yaitu bahwa para pemuda selain mempunyai ide-ide atau gagasan yang perlu dikembangkan selain itu juga berperan sebagai perubah Negara dan bangsa ini. Oleh siapa lagi kalau bukan oleh generasi selanjutnya maka dari itu para pemuda harus memnpunyai ilmu yang tinggi dengan cara sekolah atau dengan yang lainnya, dengan begitu bangsa ini akan maju aman dan sentosa.
Jika dibandingkan dengan generasi sebelum dan generasi berikutnya, setiap generasi memiliki cirri-ciri khas corak atau watak pergerakan / perjuangan. Sehubungan dengan itu, sejak kebangkitan Nasional, di Indonesia pernah tumbuh dan berkembang tiga generasi yaitu generasi 20-an generasi 45 dan generasi 66, dengan masing-masing ciri khasnya.
 
DAFTAR PUSTAKA

http://www.anakciremai.com/2009/10/makalah-sosiologi-tentang-pemuda-dan.html
http://celoteh-galang.blogspot.com/2012/10/pengertian-individu-keluarga-masyarakat.html

18 October 2014

Dear friends..

Dear Niar, Rizha, Atik, Lia, Eulis, Liana, Tania, Mila..
Apa kabar kalian di sana? Rasanya sudah lama sekali kita tidak bertatap muka, berjabat tangan, berpelukkan erat. Kita semua sudah terpisah jauh. Hanya pesan singkat yang membuat kita merasa dekat. Masing-masing dari kita tengah tertatih meraih bintang di atas sana. Bintang yang akan bersinar paling terang yang akan memberikan kebahagiaan untuk kita nantinya. Bintang yang juga akan mempertemukan kita kembali. Teruslah berjuang. Jangan pernah menyerah apa pun yang terjadi. Jangan pernah merasa ragu dengan mimpi kalian sendiri.

~lindadwinov

Tanpa Judul

Kurang lebih sudah sebulan saya menjalani kehidupan sebagai anak rantauan. Yang tadinya anak rumahan saya menjelma menjadi anak rantau yang mandiri. Di sini saya berjuang sendiri. Hanya doa dari orang yang menyayangi saya lah yang menemani selama ini. Banyak harapan tertuju pada saya. Banyak pula yang meragukan harapan-harapan itu.

Individu, Keluarga, dan Masyarakat



Makalah
INDIVIDU, KELUARGA, DAN MASYARAKAT
Diajukan sebagai Salah Satu Tugas Mata Kuliah
Ilmu Sosial Dasar II



Disusun Oleh :
Nama         : Linda Dwi Novianti
Kelas          : 1IA11
NPM           : 56414079
E-mail        : lindadn16@gmail.com
Dosen        : Lukman Ihwana

Program Studi S1 Teknik Informatika
UNIVERSITAS GUNADARMA

11 October 2014

Penduduk, Masyarakat, dan Budaya



Makalah
PENDUDUK, MASYARAKAT, DAN BUDAYA
Diajukan sebagai Salah Satu Tugas Mata Kuliah
Ilmu Sosial Budaya Dasar



Disusun Oleh :
Nama         : Linda Dwi Novianti
Kelas          : 1IA11
NPM           : 56414079
E-mail        : lindadn16@gmail.com
Dosen        : Lukman Ihwana


Program Studi S1 Teknik Informatika
UNIVERSITAS GUNADARMA