Makalah
PENDUDUK,
MASYARAKAT, DAN BUDAYA
Diajukan sebagai Salah Satu Tugas Mata Kuliah
Ilmu Sosial Budaya Dasar
Disusun Oleh :
Nama : Linda Dwi Novianti
Kelas : 1IA11
NPM :
56414079
E-mail : lindadn16@gmail.com
Dosen : Lukman Ihwana
Program Studi S1
Teknik Informatika
UNIVERSITAS
GUNADARMA
BAB. I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Penduduk, masyarakat, dan budaya merupakan
unsur yang tidak dapat dipisahkan. Ketiganya seperti life cycle yang berkaitan erat satu sama lain. Dalam kehidupan,
secara langsung maupun tidak penduduk dan masyarakat menciptakan suatu budaya.
Dan budaya itu sendiri dijadikan suatu pedoman serta acuan dalam menjalani
kehidupan seorang individu. Budaya juga lah yang mempengaruhi baik buruknya
kehidupan mesyarakat.
Dewasa ini, arus globalisasi semakin meluas.
Tak dapat dipungkiri, penduduk dan masyarakat semakin banyak menciptakan budaya
yang beragam. Sehingga budaya yang terbentuk tersebut tersebar lagi ke
masyarakat luas hingga ke seluruh dunia sehingga mempengaruhi kebiasaan dan
gaya hidup mereka pada umumnya.
1.2.
Tujuan
Adapun tujuan pembuatan makalah ini adalah
untuk mempelajari penduduk dan masyarakat serta budayanya. Sehingga diharapkan
pembaca dapat menyaring budaya yang masuk.
BAB.
II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Penduduk, Masyarakat, dan
Budaya
2.1.1.
Pengertian Penduduk
-
Orang yang tinggal di daerah tersebut
-
Orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut.
Dengan kata lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggal di situ.
Misalkan bukti kewarganegaraan,
tetapi memilih tinggal di daerah lain.
Dalam sosiologi,
penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi
dan ruang
tertentu.
2.1.2. Pengertian Masyarakat
Masyarakat
(sebagai terjemahan istilah society)
adalah sekelompok orang
yang membentuk sebuah sistem
semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah
antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata
"masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak.
Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan
antar entitas-entitas.
Masyarakat adalah sebuah komunitas
yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah
masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam
satu komunitas yang teratur.
Menurut Syaikh Taqyuddin
An-Nabhani, sekelompok manusia dapat dikatakan sebagai sebuah masyarakat
apabila memiliki pemikiran, perasaan, serta sistem/aturan yang sama. Dengan
kesamaan-kesamaan tersebut, manusia kemudian berinteraksi sesama mereka
berdasarkan kemaslahatan.
2.1.3. Pengertian
Budaya
Budaya
atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta
yaitu buddhayah, yang merupakan
bentuk jamak dari buddhi (budi
atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal
manusia.
Jadi,
Budaya
adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah
kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur
yang rumit, termasuk sistem agama dan politik,
adat istiadat, bahasa,
perkakas, pakaian, bangunan,
dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia
sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika
seseorang berusaha berkomunikasi
dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya,
membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.
Pengertian kebudayaan Menurut Beberapa Ahli
Kebudayaan sangat erat
hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski
mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan
oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk
pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
Herskovits memandang
kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi
yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic.
Menurut Andreas Eppink,
kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu
pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan
lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang
menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut Edward Burnett
Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya
terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan
kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan
Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta
masyarakat.
Dari berbagai definisi
tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang
akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang
terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari,
kebudayaan itu bersifat abstrak.
2.2.
Keterkaitan Penduduk, Masyarakat, dan Budaya
Dari pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa Penduduk,
masyarakat dan kebudayaan
mempunyai hubungan yang erat antara satu sama lainnya. Dimana penduduk
adalah sekumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu.
Sedangkan masyarakat merupakan sekumpulan penduduk yang saling berinteraksi
dalam suatu wilayah tertentu dan terikat oleh peraturan – peraturan yang
berlaku di dalam wilayah tersebut. Masyarakat tersebutlah yang menciptakan dan
melestarikan kebudayaan; baik yang mereka dapat dari nenek moyang mereka
ataupun kebudayaan baru yang tumbuh seiring dengan berjalannya waktu. Oleh
karena itu penduduk, masyarakat dan kebudayaan merupakan hal yang tidak dapat
dipisahkan. Kebudayaan sendiri berarti hasil karya manusia untuk melangsungkan
ataupun melengkapi kebutuhan hidupnya yang kemudian menjadi sesuatu yang
melekat dan menjadi ciri khas dari pada manusia ( masyarakat ) tersebut.
Masyarakat dan kebudayaan
terus berkembang dari masa ke masa. Pada zaman dahulu, manusia hidup berpindah
dari suatu tempat ke tempat lainnya, masyarakat yang hidup dalam keadaan yang
seperti ini disebut dengan masyarakat nomaden. Mereka berpindah ke tempat lain
jika bahan makanan yang ada di derah mereka telah habis. Namun, seiring dengan
waktu mereka mulai belajar untuk melestarikan daerah di mana mereka tinggal.
Mereka mulai bercocok tanam dan berternak untuk melangsungkan kehidupan mereka.
Masyarakat zaman dahulupun
meninggalkan hasil kebudayaan yang beraneka ragam, mulai dari peralatan,
bahasa, lagu, bangunan – bangunan, hingga berbagai macam upacara adat. Hasil
kebudayan pada zaman prasejarah merupakan benda – benda tua yang terbuat dari
batu – batu alam dan tulang – tulang binatang. Alat – alat tersebut mereka
ciptakan untuk berburu binatang.
Pada zaman purba,
masyarakat mulai tumbuh dan berkembang beserta dengan tumbuhnya peraturan –
peraturan yang berlaku dan mengikat keberadaan masyarakat tersebut. Mereka
hidup di bawah pimpinan raja yang berkuasa. Mereka juga mulai mengenal tulisan.
Pada zaman ini masyarakat mulai mengenal suatu kepercayaan yang lebih jelas
jika dibandingkan dengan masyarakat yang hidup pada zaman sebelumnya. Mereka
yang dulu hidup dengan menyembah batu dan pepohonan besar kini mulai menyembah
apa yang mereka sebut sebagai Tuhan.
Kebudayaan sendiri
sebenarnya bergantung kepada bagaimana masyarakat itu tinggal dan berkomunikasi
dengan sesamanya. Dengan demikian setiap Negara memiliki kebudayaan yang
berbeda. Kebudayaan tidak akan pernah berhenti untuk berkembang selama
masyarakat terus berkembang dan belajar demi kelangsungan hidupnya.
2.3. Penduduk, Masyarakat, dan Budaya di Perkotaan dan Pedesaan
Sebelumnya telah dijelaskan keterkaitan antara penduduk, masyarakat, dan
budaya. Dan dari waktu ke waktu kebudayaan mengalami perkembangan sesuai
pemikiran manusia. Budaya masyarakat di pedesaan dengan di perkotaan juga
tidaklah sama. Budaya masyarakat di perkotaan cenderung lebih maju dibanding
budaya masyarakat di pedesaan. Contohnya saja antara Daerah Ibu Kota Jakarta
dengan Irian Jaya, Papua. Budaya masyarakat kota Jakarta sudah sangat modern.
Teknologi dimana-mana. Semua serba mudah untuk dilakukan. Namun sayangnya budaya
leluhur sudah mulai luntur tergantikan dengan budaya barat yang semakin
merajalela. Adat ketimuran sudah jarang sekali diterapkan. Sementara di Irian
Jaya sana, tergolong masih sangat sederhana. Mereka masih memegang teguh budaya
leluhur mereka. Kebudayaan tradisional masih sangat kental terasa. Sehingga kearifan
budaya local masih terjaga dengan sangat baik.
2.4.
Dampak Positif dan Negatif
dari Perkembangan Budaya bagi Masyarakat
2.4.1. Dampak positif
1. Mengenal budaya lain lebih jauh lagi,
2. Menambah pengetahuan,
3. Komunikasi berjalan lancar,
4. Munculnya sikap selektif terhadap budaya yang masuk.
2.4.1. Dampak positif
1. Mengenal budaya lain lebih jauh lagi,
2. Menambah pengetahuan,
3. Komunikasi berjalan lancar,
4. Munculnya sikap selektif terhadap budaya yang masuk.
Contohnya
: Dulu hanya mengenal budaya dari negara sendiri, tapi sekarang seiring
berjalannya waktu kita jadi lebih mengenal budaya-budaya dari negara asing.
2.4.2. Dampak negatif
1. Menjadi konsumtif,
2. Lupa akan budaya sendiri,
3. Mudahnya terpengaruh akan budaya lain,
4. Menjadi individualisme yang tinggi.
Contonya
: Karena kita telah mengenal budaya asing jika tidak selektif, maka kita akan
terus tergantung dengan budaya lain dan melupakan budaya sendiri
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Sehingga dapat disimpulkan
bahwa budaya mampu mempengaruhi kehidupan manusia. Banyak sekali dampak positif
serta negatif dari perkembangan budaya tersebut bagi masyarakat. Oleh karena
itu marilah kita antisipasi dampak negatif yang ditimbulkannya dengan mulai
mencintai budaya negara kita sendiri. Budaya tradisional kita juga tak kalah
menarik dan bermartabatnya di kalangan dunia. Sehingga kita tidak akan
kehilangan kepribadian bangsa. Selain itu, kita juga harus lebih selektif dalam
menerima pengaruh dari kebudayaan barat. Tidak lupa juga, tanamkan
ajaran-ajaran agama dengan sebaik-baiknya agar kita dapat terhindar dari
pengaruh negatif yang ditimbulkannya.
DAFTAR PUSTAKA
.png)

0 komentar:
Post a Comment