Friendster
adalah sebuah situs permainan sosial yang berfokus pada permainan dan musik
yang berpusat di Mountain View, California. Friendster sebelumnya dikenal sebagai
situs jejaring sosial sebelum dirancang ulang, layanan ini memungkinkan
pengguna berkomunikasi dengan anggota lain, serta berbagi konten dan media daring
dengan anggota tersebut. Situs web ini dulunya digunakan untuk berkencan dan
mencari tahu tentang acara baru, band, dan hobi. Pengguna dapat berbagi video,
foto, pesan dan komentar dengan anggota lain melalui profil dan jaringan
mereka. Friendster dianggap sebagai salah satu jejaring sosial asli dan bahkan
"kakek"-nya semua jejaring sosial. Layanan ini sangat populer di
kawasan Asia Tenggara.
Friendster didirikan oleh programmer asal
Kanada, Jonathan Abrams, pada 2002. Sejak kemunculannya, Friendster berhasil
meraih tiga juta pengguna. Kesuksesan ini membuat Google mengajukan tawaran
sebesar US$30 juta untuk membelinya tahun 2003, namun tawaran ini ditolak.
Keputusan ini dianggap sebagai kesalahan besar yang mengawali kebangkrutan
Friendster.
Tahun 2008,
Friendster memiliki 115 juta yang kebanyakan dari Asia. Namun pengguna di
Amerika terus menyusut seiring dengan populernya Facebook. Akhirnya setahun
kemudian Friendster diakuisisi oleh MOL Global, perusahaan internet terbesar di
Asia, sebesar US$26,4 juta..
Friendster memiliki lebih dari 8,2 juta
pengguna terdaftar dan lebih dari 1 juta pengunjung unik setiap bulannya; namun
sejak situs ini menghapus semua konten dan menjadi situs permainan, jumlah ini
turun menjadi 1,2 juta pengguna terdaftar saja. Lebih dari 90% lalu lintas
Friendster berasal dari Asia. Di Asia, pada 2008, Friendster memiliki
pengunjung unik bulanan lebih banyak daripada jejaring sosial lain. 10 negara
teratas yang sering mengakses Friendster menurut Alexa pada 7 Mei 2009 adalah
Filipina, Indonesia, Malaysia, Singapura, Pakistan, Uni Emirat Arab, Sudan,
Korea Selatan, Bangladesh, dan India.
STATISTIK
PENGGUNA FRIENDSTER
SITUS
pertemanan Friendster.com sangat populer di kawasan Asia,
terutama Asia Tenggara. Berdasarkan data, pengguna terbesar friendster adalah
Filipina (38,1%) diikuti Malaysia (18,7%) dan Indonesia pada urutan ketiga
dengan pengguna 15,0%. Berikutnya adalah Singapura sebesar 14,2% dan AS hanya
3,4%.Meski pengguna di Indonesia berada di urutan ketiga, dari sisi lalu-lintas
penggunaannya berada di peringkat pertama bersama Filipina. Lalu Malaysia dan
Singapura di peringkat kedua. AS? Ternyata berada di urutan ke-65.Bisa jadi,
meski pengguna friendster Indonesia lebih sedikit dibandingkan dengan Filipina,
lalu lintas penggunaan di Indonesia lebih besar, sehingga sama-sama berada di
posisi pertama.
Pengguna
friendster di dunia, 36% merupakan orang Indonesia, dan ini merupakan yang
terbesar
JUMLAH
PENGGUNA FRIENDSTER BERASAL DARI:
1. Indonesia
36.3%
2.
Philippines 23.0%
3. Malaysia
10.9%
4. United States
6.3%
PENYEBAB RUNTUHNYA KEJAYAAN FRIENDSTER
Friendster
harus berdarah-darah setelah Facebook muncul pada 2004. Jonathan Abrams,
seperti dilaporkan Mashable pada
2014 mengungkapkan bahwa Friendster memiliki kendala dalam hal teknologi. Sebelum
munculnya jejaring sosial buatan Mark Zuckerberg itu, Friendster sudah ingin
menciptakan news feed untuk lingkungan kampus atau layanan
yang dinamakan "Friendster College". Tidak hanya itu, Friendster juga
berencana menciptakan tools 'Friendstersocial graph',
termasuk platform untuk berbagi playlist musik.
Bahkan Friendster pada
2003 mendapatkan tambahan dana USD13 juta, namun para investor tidak fokus
dalam hal meningkatkan pelayanan tersebut. Tersendatnya layanan tersebut untuk
menjaga basis pengguna berakhir pada menurunnya pangsa pasar Friendster. Pengguna
di wilayah Amerika Serikat dan Eropa mulai menyusut, tetapi basis pengguna
terbesar tetap berada di Asia. Popularitas Friendster yang turun serta hadirnya
Facebook, membuat pengguna beralih menuju jejaring sosial tersebut besutan Mark
tersebut.
Pada 2004, terdapat
perombakan di dalam tubuh perusahaan Friendster, di mana Jonathan Abrams lepas
dari jabatan CEO dan menduduki peran chairman. Posisi CEO kala itu
dipegang oleh Scott Sassa.
Friendster berkeinginan
untuk membeli Facebook, tetapi Abrams menolak memberikan tawaran akuisisi yang
tepat. Tampaknya, tawaran itu tidak cukup besar untuk menarik minat Zuckerberg
dan timnya saat itu. Enam tahun kemudian, Facebook dan Friendster terlibat
dalam kesepakatan akuisisi. Bukannya Friendster yang membeli Facebook, tetapi
Facebook yang membeli portofolio penuh dari Friendster terkait paten social
networking senilai USD40 juta.
Di tengah semakin
terpuruknya Friendster, Facebook pada 2009 dibeli oleh MOL Global, penyedia
pembayaran online yang berbasis di Malaysia. Kabarnya,
Friendster memiliki total 115 juta pengguna pada saat akuisisi, di mana lebih
dari 75 juta berada di Asia.
Pada
2011 Friendster kemudian beralih menjadi situs game. Namun akun Friendster
sebagai media sosial masih bisa diakses dengan password lama sampai 27 Juni
2011. Lewat dari tenggat itu, semua data pengguna berikut foto-foto dihapus
secara permanen. Namun peralihan ini pun tidak bertahan lama karena pada 14
Juni 2015 situs Friendster benar-benar dihapus untuk selamanya.
SUMBER :



Mantap kk.. ^^
ReplyDelete