25 September 2017

Sejarah dan Penyebab Runtuhnya Kejayaan Friendster

SEJARAH

Friendster adalah sebuah situs permainan sosial yang berfokus pada permainan dan musik yang berpusat di Mountain View, California. Friendster sebelumnya dikenal sebagai situs jejaring sosial sebelum dirancang ulang, layanan ini memungkinkan pengguna berkomunikasi dengan anggota lain, serta berbagi konten dan media daring dengan anggota tersebut. Situs web ini dulunya digunakan untuk berkencan dan mencari tahu tentang acara baru, band, dan hobi. Pengguna dapat berbagi video, foto, pesan dan komentar dengan anggota lain melalui profil dan jaringan mereka. Friendster dianggap sebagai salah satu jejaring sosial asli dan bahkan "kakek"-nya semua jejaring sosial. Layanan ini sangat populer di kawasan Asia Tenggara.
Friendster didirikan oleh programmer asal Kanada, Jonathan Abrams, pada 2002. Sejak kemunculannya, Friendster berhasil meraih tiga juta pengguna. Kesuksesan ini membuat Google mengajukan tawaran sebesar US$30 juta untuk membelinya tahun 2003, namun tawaran ini ditolak. Keputusan ini dianggap sebagai kesalahan besar yang mengawali kebangkrutan Friendster.
Tahun 2008, Friendster memiliki 115 juta yang kebanyakan dari Asia. Namun pengguna di Amerika terus menyusut seiring dengan populernya Facebook. Akhirnya setahun kemudian Friendster diakuisisi oleh MOL Global, perusahaan internet terbesar di Asia, sebesar US$26,4 juta..

Friendster memiliki lebih dari 8,2 juta pengguna terdaftar dan lebih dari 1 juta pengunjung unik setiap bulannya; namun sejak situs ini menghapus semua konten dan menjadi situs permainan, jumlah ini turun menjadi 1,2 juta pengguna terdaftar saja. Lebih dari 90% lalu lintas Friendster berasal dari Asia. Di Asia, pada 2008, Friendster memiliki pengunjung unik bulanan lebih banyak daripada jejaring sosial lain. 10 negara teratas yang sering mengakses Friendster menurut Alexa pada 7 Mei 2009 adalah Filipina, Indonesia, Malaysia, Singapura, Pakistan, Uni Emirat Arab, Sudan, Korea Selatan, Bangladesh, dan India.




STATISTIK PENGGUNA FRIENDSTER
SITUS pertemanan Friendster.com sangat populer di kawasan Asia, terutama Asia Tenggara. Berdasarkan data, pengguna terbesar friendster adalah Filipina (38,1%) diikuti Malaysia (18,7%) dan Indonesia pada urutan ketiga dengan pengguna 15,0%. Berikutnya adalah Singapura sebesar 14,2% dan AS hanya 3,4%.Meski pengguna di Indonesia berada di urutan ketiga, dari sisi lalu-lintas penggunaannya berada di peringkat pertama bersama Filipina. Lalu Malaysia dan Singapura di peringkat kedua. AS? Ternyata berada di urutan ke-65.Bisa jadi, meski pengguna friendster Indonesia lebih sedikit dibandingkan dengan Filipina, lalu lintas penggunaan di Indonesia lebih besar, sehingga sama-sama berada di posisi pertama.
Pengguna friendster di dunia, 36% merupakan orang Indonesia, dan ini merupakan yang terbesar
JUMLAH PENGGUNA FRIENDSTER BERASAL DARI:
1. Indonesia 36.3%
2. Philippines 23.0%
3. Malaysia 10.9%
4. United States 6.3%
5. Singapore 5.5%


PENYEBAB RUNTUHNYA KEJAYAAN FRIENDSTER
Friendster harus berdarah-darah setelah Facebook muncul pada 2004. Jonathan Abrams, seperti dilaporkan Mashable pada 2014 mengungkapkan bahwa Friendster memiliki kendala dalam hal teknologi. Sebelum munculnya jejaring sosial buatan Mark Zuckerberg itu, Friendster sudah ingin menciptakan news feed untuk lingkungan kampus atau layanan yang dinamakan "Friendster College". Tidak hanya itu, Friendster juga berencana menciptakan tools 'Friendstersocial graph', termasuk platform untuk berbagi playlist musik.
Bahkan Friendster pada 2003 mendapatkan tambahan dana USD13 juta, namun para investor tidak fokus dalam hal meningkatkan pelayanan tersebut. Tersendatnya layanan tersebut untuk menjaga basis pengguna berakhir pada menurunnya pangsa pasar Friendster. Pengguna di wilayah Amerika Serikat dan Eropa mulai menyusut, tetapi basis pengguna terbesar tetap berada di Asia. Popularitas Friendster yang turun serta hadirnya Facebook, membuat pengguna beralih menuju jejaring sosial tersebut besutan Mark tersebut.
Pada 2004, terdapat perombakan di dalam tubuh perusahaan Friendster, di mana Jonathan Abrams lepas dari jabatan CEO dan menduduki peran chairman. Posisi CEO kala itu dipegang oleh Scott Sassa.
Friendster berkeinginan untuk membeli Facebook, tetapi Abrams menolak memberikan tawaran akuisisi yang tepat. Tampaknya, tawaran itu tidak cukup besar untuk menarik minat Zuckerberg dan timnya saat itu. Enam tahun kemudian, Facebook dan Friendster terlibat dalam kesepakatan akuisisi. Bukannya Friendster yang membeli Facebook, tetapi Facebook yang membeli portofolio penuh dari Friendster terkait paten social networking senilai USD40 juta.
Di tengah semakin terpuruknya Friendster, Facebook pada 2009 dibeli oleh MOL Global, penyedia pembayaran online yang berbasis di Malaysia. Kabarnya, Friendster memiliki total 115 juta pengguna pada saat akuisisi, di mana lebih dari 75 juta berada di Asia.
Pada 2011 Friendster kemudian beralih menjadi situs game. Namun akun Friendster sebagai media sosial masih bisa diakses dengan password lama sampai 27 Juni 2011. Lewat dari tenggat itu, semua data pengguna berikut foto-foto dihapus secara permanen. Namun peralihan ini pun tidak bertahan lama karena pada 14 Juni 2015 situs Friendster benar-benar dihapus untuk selamanya.

SUMBER :


1 comment: