28 October 2016

19 June 2016

Indonesia Android Kejar


Semua orang pasti tau apa itu android. Tapi, kalo Indonesia Android Kejar? Indonesia Android Kejar itu bisa dibilang study club atau study group untuk mendukung developer Indonesia dalam mengembangkan aplikasi mobile melalui kursus online Udacity dan pertemuan offline. Kegiatan ini dijalankan oleh developer dan komunitasnya. Di sini kita bisa belajar mendalami Adroid Studio bersama dengan beberapa anggota komunitas yang lain. Dalam satu kelompok terdiri dari kurang lebih 20 orang. Proses pembelajaran terdiri dari 4 pertemuan tatap muka oleh seorang tutor. Biasanya pembelajaran diadakan sekali dalam seminggu di akhir pekan. Bukan cuma itu, kita juga bisa belajar secara online di https://www.udacity.com/. Di dalamnya terdapat beberapa video interaktif dan menarik. Tentunya dapat memudahkan kita yang ingin memperdalam Android Studio.
Untuk mendapat sertifikat, di akhir kegiatan Indonesia Android Kejar ini kita diharuskan untuk menyelesaikan Online Course di udacity dan membuat sebuah aplikasi sederhana dengan menggunakan Android Studio. Kita diberi tenggang waktu cukup lama untuk membuat aplikasi tersebut.
Pada hari Kamis, 26 Mei 2016 lalu seluruh anggota IAK 2016 diundang dalam acara Awarding Indonesia Android Kejar. Lokasinya di Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Acaranya yaitu pemberian penghargaan kepada fasilitator (tutor) dan pemberian penghargaan kepada 80 peserta terbaik serta ada pula job fair yang turut memeriahkan acaranya.

Banyak sekali manfaat yang diperoleh dari IAK ini. Selain kita bisa belajar mendalami Android Studio yang didampingi fasilitator handal, kita juga bisa mengenal anggota lain untuk memperluas koneksi. Dan menariknya, study club ini tidak dipungut biaya sepeser pun alias gratis. Jadi dengan bermodal niat, diri, dan laptop pribadi kita bisa mendapat banyak ilmu dan pengalaman, juga mendapat seritifikat sebagai bukti kelulusan pembelajaran yang telah dijalani.


Webometrics


Webometric adalah salah satu perangkat atau sistem untuk mengukur atau memberikan penilaian terhadap kemajuan seluruh universitas atau perguruan tinggi terbaik di dunia (World Class University) melalui Website universitas tersebut. Sebagai alat ukur (Webomatric) sudah mendapat pengakuan dunia termasuk di Indonesia (sekalipun masih ada yang meragukan tingkat validitasnya). Peringkat Webometric pertama kali diluncurkan pada tahun 2004 oleh Laboratorium Cybermetric milik The Consejo Superior de Investigaciones  Cientificas (CSIC). CSIC merupakan lembaga penelitian terbesar di Spanyol. Secara periodik peringkat Webometric akan diterbitkan setiap 6 bulan sekali pada bulan Januari dan Juli. Webometric melakukan pemeringkatan terhadap lebih dari 20 ribu Perguruan Tinggi di seluruh dunia. Jumlah Perguruan Tinggi di Indonesia yang masuk pemeringkatan edisi Juli 2012 berjumlah 361 PT atau meningkat dibandingkan edisi Januari sebanyak 352 PT.

Metodologi Pemeringkatan
Mulai Juli 2012, Kriteria penilaian yang digunakan oleh Webometrics kali ini berubah dari sebelumnya. Selama ini Webometrics menggunakan kriteria size, visibility, rich text, danscholary, namun kali ini Webometrics menggunakan presence (20%), impact (50%),openness (15%), dan excellence (15%) sebagai kriteria penilaian.
Presence (20%) adalah Jumlah halaman web host dalam webdomain utama (termasuk semua subdomain dan direktori) dari universitas yang diindeks oleh mesin pencari Google. Penilaian ini menghitung setiap halaman web, termasuk semua format yang diakui secara individual oleh Google, termasuk halaman statis dan dinamis dan selain rich files.
Impact (50%) adalah kualitas konten dievaluasi melalui “virtual referendum” dengan menghitung semua external inlinks yang diterima oleh webdomain Universitas dari pihak ketiga. Link tersebut mengakui prestise institusional, kinerja akademik, nilai informasi, dan kegunaan dari layanan seperti yang diperkenalkan dalam halaman web sesuai dengan kriteria jutaan web editor dari seluruh dunia. Data visibilitas link dikumpulkan dari dua provider informasi yaitu Majestic SEO dan ahrefs. Keduanya menggunakan crawler sendiri, menghasilkan database yang berbeda yang digunakan bersama-sama untuk saling melengkapi atau memperbaiki kesalahan. Indikatornya adalah produk dari jumlah backlink dan jumlah domain yang berasal dari backlink tersebut, sehingga tidak hanya penting popularitas link tetapi juga keragaman link.
Openness (15%) merupakan jumlah file dokumen Adobe Acrobat (.pdf), Adobe PostScript (.ps, .eps), Microsoft Word (.doc,.docx) and Microsoft Powerpoint (.ppt, .pptx) yang online/open di bawah domain website universitas yang tertangkap oleh mesin pencari (Google Scholar).
Excellence (15%) merupakan jumlah artikel-artikel ilmiah publikasi perguruan tinggi yang bersangkutan yang terindeks di Scimago Institution Ranking (tahun 2003-2011) dan di Google Scholar (tahun 2007-2011).
 Bagaimana peringkat Universitas Gunadarma versi webometrics?
Ternyata, berdasarkan data terbaru webometrics mencatat Universitas Gunadarma menduduki peringkat ke 45 dari seluruh Perguruan Tinggi di Indonesia.



Pemeringkatan Universitas di atas dalam dilihat di laman berikut : http://www.webometrics.info/en/Asia/Indonesia

Sources :
http://habibi.staff.ub.ac.id/2012/11/21/bagaimana-webometric-memberikan-penilaian-world-class-university/

4ICU


4ICU adalah suatu search engine dan direktori yang melakukan penilaian berdasarkan kepopuleran situs  yang dimiliki oleh 11.000 perguruan tinggi di seluruh dunia yang telah terakreditasi dan tersebar dalam 200 negara. Dalam hal ini, yang dimaksud sebagai perguruan tinggi yang terakreditasi adalah sebagai berikut:
·        Telah resmi diakui, memiliki ijin atau telah diakreditasi oleh badan-badan nasional atau regional seperti kementerian pendidikan atau organisasi pendidikan tinggi yang berwenang.
·        Berhak memberikan gelar sarjana atau pascasarjana dalam empat tahun.
·        Melakukan kegiatan pembelajaran secara umum dengan bertatap muka, program dan kursus.

Metodologi Penilaian
Dalam melakukan penilaian, ada kebijakan khusus yang dikemukakan oleh 4ICU. Mengingat yang dinilai oleh 4ICU adalah kepopuleran alamat situs resmi milik perguruan tinggi, maka 4ICU tidak memberitahukan cara penilaian yang dilakukannya guna menghindari kecurangan yang dilakukan webmaster perguruan tinggi dalam meningkatkan peringkat perguruan tinggi masing-masing.
Namun meskipun begitu, 4ICU memberitahukan parameter acuan yang mereka gunakan dalam menilai, yaitu sebagai berikut :
·        Google Page Rank
·        Alexa Traffic Rank
·        Majestic SEO (Referring Domain, Citation Flow, Citation Trust)

Langkah penilaian :
1.      Pengumpulan data metric dilakukan dalam hari yang sama untuk menghindari perubahan data yang tidak tentu serta memaksimalkan perbandingan data
2.      Penggunaan filter untuk mengidentifikasi keberadaan data yang nilainya sangat jauh dari data lain yang ada (data outliers)
3.      Review data dari Alexa Traffic Rank, untuk menyeleksi perguruan tinggi yang masih menggunakan subdomain sebagai halaman utama yang resmi
4.      Data webmetric kemudian dinormalisasikan pada skala 0-100 dengan mempertimbangkan perhitungan logaritma alami dari Google Page Rank dan Alexa Traffic Rank, serta hasil normalisasi dari data Majestic SEO

5.      Nilai normalisasi dari ketiga data tersebut digabungkan dan kemudian dirata-rata untuk menghasilkan nilai akhir dan peringkat perguruan tinggi

Bagaimana peringkat Universitas Gunarma versi 4ICU?


Pada edisi terbaru bulan Januari 2016, 401 perguruan tinggi di Indonesia masuk pemeringkatan 4ICU, dengan daftar 20 peringkat teratas dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
1.                  Institut Teknologi Bandung
2.                  Universitas Gadjah Mada
3.                  Universitas Indonesia
4.                  Universitas Sebelas Maret
5.                  Universitas Padjadjaran
6.                  Universitas Pendidikan Indonesia
7.                  Universitas Diponegoro
8.                  Universitas Negeri Yogyakarta
9.                  Universitas Brawijaya
10.              Universitas Airlangga
11.              Universitas Gunadarma
12.              Institut Pertanian Bogor
13.              Universitas Mercu Buana
14.              Universitas Bina Nusantara
15.              Universitas Sumatera Utara
16.              Universitas Udayana
17.              Universitas Riau
18.              Universitas Bandar Lampung
19.              Institut Teknologi Sepuluh Nopember
20.              Universitas Negeri Semarang





29 April 2016

Research Gate



ResearchGate adalah sebuah situs web jejaring sosial gratis dan alat kolaborasi bagi para ilmuwan sains dari segala jenis disiplin sains. Situs ini menyediakan pelbagai aplikasi web termasuk pencarian semantik (mencari seluruh abstrak), berbagi file, berbagi database publikasi, forum, diskusi metodologi, grup, dan berbagai aplikasi lainnya. Semenjak Mei 2008, ResearchGate telah digunakan oleh lebih dari 1,400,000ilmuwan dari 196 negara.

02 April 2016

Metode Ilmiah


BAB I
PENDAHULUAN

1. 1 Latar Belakang
Membuat sebuah karya tulis ilmiah tidaklah mudah. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya kurangnya pengetahuan tentang metode penulisan karya ilmiah, kurangnya pengalaman terutama dalam praktik penelitian secara benar, serta minimnya waktu dan dana penelitian. Mungkin tidaklah berlebihan jika dikatakan bahwa bagi para pemula membuat karya tulis ilmiah masih dirasakan sebagai tugas yang sukar. Namun, persepsi ini akan menjadi sebaliknya bila kita memmahami dengan baik prosedurnya.
Pengetahuan yang kita miliki akan sangat bermanfaat bagi orang lain bila pengetahuan ini dipublikasikan. Namun, bila kita menyimpannya untuk diri sendiri saja, pengetahuan ini tidak bermanfaat bagi siapa pun karena tak seorang pun yang tahu. Hal ini akan menjadi lebih buruk lagi bila pengetahuan yang kita miliki itu sebetulnya tidak benar. Dan lebih celaka lagi karena kita sama sekali tidak mengetahui adanya kesalahan ini.
Dalam menuangkan pengalaman dan pengamatan seseorang menjadi karya tulis ilmiah, ada hal-hal yang perlu diperhatikan. Pertama, sesuatu yang ditulis atau diuraikan itu tidaklah mungkin dapat dimengerti orang lain apalagi diamalkan apabila pengalaman dan pengamatan itu tidak dituangkan dalam bentuk karangan dengan bahasa yang jelas, tegas, dan cermat. Syarat ini penting supaya karangan ilmiah dapat dibaca dan dipahami tanpa keragu-raguan dan tanpa terjadi salah tafsir. Kedua, berbeda dengan karya-karya sastra, penulisan karangan ilmiah harus mengikuti kaidah-kaidah yang lazim berlaku. Itulah sebabnya sistematika penulisan karya ilmiah ini perlu dipahami dan dikuasai.

27 March 2016

Web Science


Sekilas tentang Web Science
 Setiap manusia tidak dapat terlepas dari sebuah informasi. Dulu, informasi mungkin sulit didapat. Setiap orang setidaknya harus berada di depan layar kaca untuk bisa memperoleh informasi terupdate dan terpercaya. Atau dapat juga dengan membaca surat kabar di pagi hari. Namun, sekarang informasi sudah dapat diakses di mana saja dan kapan saja melalui web. Sebenarnya apa itu Web? Dan apa itu Web Science? Dapatkah kita memperoleh informasi dengan mudah dari sana?
Web Science adalah ilmu pengetahuan untuk membuat dan memanipulasi web, Web adalah kumpulan halaman yang dapat menampilkan informasi berupa gambar, animasi, tulisan, suara maupun gabungan dari keseluruhannya yang bersifat statis atau dinamis yang dapat membentuk rangkaian yang saling terkait yang dihubungkan dengan banyak link. Science adalah ilmu pengetahuan yang didapat dan bisa menjadi pengetahuan bagi masyarakat untuk memberi informasi yang akurat.
Web Science dapat disimpulkan yaitu segala sesuatu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan yang diperoleh dari sumber yang akurat dan dapat di unduh dari dunia maya tanpa kita harus menuju ke sumber informasi yang ada di informasi yang ingin kita cari, sehingga memudahkan kita untuk memperoleh informasi.
Tujuan dari web science adalah  untuk mengetahui bagaimana cara mengetahui source code dari web itu sendiri dan bagaimana kita dapat memanfaatkan web tersebut untuk melakukan hal yang positif. Kelahiran Web Science didorong oleh pergerakan generasi Web dari Web 1.0 ke Web 3.0.Sejak diperkenalkan Web pada tahun 1990 oleh Tim Berners-Lee, perkembangan yang terjadi luar biasa.Perbedaan utama dari setiap generasi adalah pada Web 1.0 masih bersifat read-only, pada Web 2.0 bergerak ke arah read-write,sedangkan pada Web 3.0 mengembangkan hubungan manusia ke manusia, manusia ke mesin, dan mesin ke mesin.