14 November 2015

Path dan Instagram


Dewasa ini perkembangan internet terus meningkat. Hal ini berbanding lurus dengan penggunaan  jejaring social. Sehingga kita sudah tidak asing lagi dengan istilah Instagram, Path, Facebook, Twitetr, dan lain-lain. Penggunanya pun tidak kenal usia. Mulai dari anak-anak, remaja, dewaasa, hingga tua.  Dengan jejaring sosial ini kita dapat menjalin komunikasi dengan orang banyak tanpa mengenal jarak dan waktu.  Bukan hanya dalam negeri, tapi juga luar negeri. Selain dapat menjadlin komunikasi, kita juga dapat meningkatkan wawasan serta pengetahuan karena banyak berita-berita terkini yang dapat diperoleh. Namun, dari sekian banyak manfaat yang diperoleh banyak juga kerugian dari situs jejaring social ini. Sederhananya, jejaring social dapat mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Misalkan, dalam sebuah ruang keluarga. Ada ayah, ibu, dan anak. Mereka sibuk dengan gadgetnya masing-masing. Melakukan obrolan di dunia maya. Hubungan di dunia maya terasa begitu dekat. Namun, hubungan di ruang keluarga tersebut terasa sangat jauh. Tidak ada interaksi sama sekali. Masih ada lagi kerugian-kerugian yang lain. Namun semua itu kembali ke penggunanya masing-masing. Jika penggunanya dapat mengontrol diri, jejaring social ini pasti dapat dimanfaatkan dengan optimal.
Di sini, pembahasan akan lebih meruncing kepada Instagram dan Path.