Dewasa
ini perkembangan internet terus meningkat. Hal ini berbanding lurus dengan
penggunaan jejaring social. Sehingga kita
sudah tidak asing lagi dengan istilah Instagram, Path, Facebook, Twitetr, dan
lain-lain. Penggunanya pun tidak kenal usia. Mulai dari anak-anak, remaja,
dewaasa, hingga tua. Dengan jejaring sosial
ini kita dapat menjalin komunikasi dengan orang banyak tanpa mengenal jarak dan
waktu. Bukan hanya dalam negeri, tapi
juga luar negeri. Selain dapat menjadlin komunikasi, kita juga dapat
meningkatkan wawasan serta pengetahuan karena banyak berita-berita terkini yang
dapat diperoleh. Namun, dari sekian banyak manfaat yang diperoleh banyak juga
kerugian dari situs jejaring social ini. Sederhananya, jejaring social dapat
mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Misalkan, dalam sebuah ruang
keluarga. Ada ayah, ibu, dan anak. Mereka sibuk dengan gadgetnya masing-masing.
Melakukan obrolan di dunia maya. Hubungan di dunia maya terasa begitu dekat. Namun,
hubungan di ruang keluarga tersebut terasa sangat jauh. Tidak ada interaksi
sama sekali. Masih ada lagi kerugian-kerugian yang lain. Namun semua itu
kembali ke penggunanya masing-masing. Jika penggunanya dapat mengontrol diri,
jejaring social ini pasti dapat dimanfaatkan dengan optimal.
Di
sini, pembahasan akan lebih meruncing kepada Instagram dan Path.
